Dewan Sintang Harap Kehadiran HKTI Dapat Tuntaskan Masalah Petani

Foto: Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Tuah Mangasih. (Dok : Timots)

www.ujungjemari.com,  SINTANG-  Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Tuah Mangasih turut dilantik sebagai Pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sintang  periode 2019-2024di Pendopo Bupati,  Kamis (3/10/2019).

Politisi PDI Perjuangan ini mengaku senang dengan hadirnya HKTI di Sintang. Dia berharap HKTI yang dipimpin langsung Bupati SIntang Jarot Winarno bisa membantu berbagai permasalahan petani di Kabupaten ini.  Menurutnya dengan adanya HKTI, kita bisa berbicara lantang mengenai pengembangan komoditas potensial selain yang diandalkan masyarakat selama ini. Apalagi, organisasi HKTI ada diberbagai jenjang, bahkan hingga di pemerintah pusat.

“Sebagai wakil rakyat, saya senang . Ini merupakan titik terang pemerintah memperhatikan petani. Termasuk juga perkebunan,” ujar  Tuah Mangasih.

Dia berharap pelantikan HKTI jangan sampai sekedar seremonial belaka. Tapi harus ada aksi nyata di lapangan.  Ia mengakui, pengurus yang dilantik tidak banyak yang betul-betul berprofesi sebagai petani. Tapi, mereka adalah tokoh-tokoh yang bisa membantu para petani. “Mereka-mereka inilah yang diharapkan membawa petani semakin sejahtera,” ucap Tuah.

Baca Juga :

Menurut dia sudah selayaknya inovasi di bidang pertanian dan perkebunan diterapkan di Kabupaten Sintang. Karena selama ini di dua sektor itu masih mengandalakan komoditi yang itu-itu saja sepeti, Padi , lada, Sawit dan karet, padahal banyak tanaman endemik di Kabupate Sintang yang bernilai ekonomis tinggi dan bisa dikembangkan.

 “Maka dari itu, ini juga peran dari HKTI, petani harus dididik dan dibuka wawasannya tentang pertanian. Agar tidak terpaku dengan komoditi yang sudah ada. Tapi, bisa mencoba komoditas lain yang menjanjikan dari sisi ekonomi. Contohnya kratom, pinang, teh, kopi, coklat atau komoditas lain yang bernilai ekonomis tinggi,” terangnya.

Sebagai contoh masyarakat di daerah Sumatra  sudah membudidayakan tanaman pinang karena komoditi ini bernilai ekonomis cukup tinggi. Sementara di Sintang  saat ini tanaman pinang belum dilirik sebagai komoditas yang dapat dikembangkan, padahal tanaman ini tidak cerewet tumbuh di daerah kita bahkan dapat tumbuh di sekitar halaman.

“ini salah satu referensi,  komoditi pinang ini sangat potensial di kembangkan di Sintang, namun haruslah disosialisaikan, jadi kehadiran HKTI ini harus menjawab permasalahan petani di Sintang ini.” ungkapnya.  (Tim-Red)

 

340 Words

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *