Zulherman Harap 10 BPM di Sintang Kembali Buka Layanan

oleh

 

Anggota DPRD kabupaten Sintang, Zulherman

www.ujungjemari.com, SINTANG-  Anggota DPRD Sintang, Zulherman mengajak masyarakat Sintang membatu Bidan Praktik Mandiri (BPM) mendapatkan alat pelindung diri (APD). Hal ini diungkapkannya menyikapi adanya 10 Bidan Praktik Mandiri (BPM) dari 49 PBM yang tergabung dengan Ikatan Bidang Indonesia (IBI) Cabang Sintang menutup layanannya karna kekurangan alat pelindung diri (APD).

“Ini sangat kita sayangkan, terlebih kehadiran layanan medis sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya saat berada di Sintang, pada Selasa (12/5/2020) lalu.

Menurutnya BPM di Sintang ini, harus didukung agar bisa bekerja secara optimal, supaya pelayanan persalinan dan kebidanan lainnya dapat terus berlangsung, meski saat ini kita juga berjuang mengatasi pendemi covid 19 ini,

Politisi Nasdem inipun  mengajak masyarakat untuk tergerak membantu para BPM ini untuk tetap dapat membuka layanan kebidanan.

“Kita tahu mereka sedang kekurangan APD, kepada masyarakat yang tergerak hatinya, silakan datang untuk membantu, seperti yang sudah dilakukan oleh saudara-saudara kita kemarin, pak H. Denny, pak Multazam, alumni UNDIP dan alumni SMK Santa Maria tempo hari. Kepada para bidan, saya sampaikan tetap semangat dan jaga kesehatan diri anda agar tetap dikuatkan dalam melayani masyarakat Sintang ini,” ujarnya.

Ketua Pengurus Cabang IBI Sintang, Yuli Sri Ayu menyebutkan bahwa Klinik IBI dan sejumlah PBM menutup seluruh layanan bagi ibu hamil untuk sementara waktu. Keputusan ini dilakukan karena tempat layanan tersebut kekurangan APD.

“Untuk saat ini pelayanan dialihkan ke puskesmas dan rumah sakit. Untuk teman-teman yang mampu melengkapi APD, mereka tetap buka, karna kalau untuk persalinan kita harus menggunakan APD lengkap sesuai SOP. Kami tidak mungkin membebankan kepada pasien untuk memenuhi ketersediaan APD sebagian besar yang kami layani itu pasien BPJS, sehingga solusinya dengan berat hari sebagai ketua IBI Sintang, saya mengijinkan pelayanannya ditutup sementara waktu ini,” kata Yuli.

”Secara moril, saya juga paham dengan kondisi di Dinkes (Dinas Kesehatan), rasanya juga sungkan untuk menambah beban mereka dengan mengajukan permintaan APD bagi kami, mereka sendiri pun kekurangan,” tutupnya. (Tim-red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *